August 23, 2019 MANTAP BETUL

Mansinam, Pulau yang Bikin Galau

Notifikasi aplikasi WhatsApp di ponselku berbunyi, aku lihat ada pesan masuk dari teman di Jakarta, sebuah file undangan untuk sebuah acara di Manokwari, Papua Barat. Suatu hal yang tidak bisa aku tolak, karena seumur hidupku belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Papua.

Akhirnya hari yang aku tunggu datang juga, sesuai diundangan tertulis acara pada 21 Desember 2018 bertempat di Manokwari. Saat itulah aku teringat akan kegiatan Presiden Negeri ini beberapa tahun lalu di Manokwari, saat meresmikan gereja di Pulau Mansinam, dengan Patung Yesus yang menjulang tinggi. Sehubungan dengan rundown acara yang sangat mepet, kuputuskan untuk berangkat sehari lebih awal dari jadwal, dengan harapan bisa mengeksplore beberapa obyek menarik di Manokwari.

Sepertinya gayung bersambut, karena tiket pesawat yang seharusnya berangkat tanggal 20 Desember malam, masih bisa aku ubah ke 19 Desember malam hari. Berangkat dari Yogyakarta, tentu transit melalui Ujung Pandang dan Sorong.

Sesuai jadwal, malam itu aku packing dengan pakaian secukupnya, dan peralatan untuk beraktivitas di tempat tujuan. Ojek online mengantarku ke bandara dengan cepat dan murahnya, jarak dari rumah ke Bandara yang 12 kilo ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit, dan hanya membayar 11.500 rupiah. Ini biaya yang sangat murah tentunya.

Pukul 20.10 pesawat tinggal landas dalam cuaca yang cukup cerah tanpa antrian berarti dari menara ATC Bandara Adisucipto Jogjakarta. Tidak seperti biasanya, menu malam di pesawat tidak ada pilihannya, mungkin karena penerbangan malam hari. Tetapi lebih dari cukup untuk menenangkan perut yang belum sempat makan malam. Pukul 23.10 WITA pesawat landing dengan mulusnya di Maros, Makassar. Untuk kesekian kalinya aku kunjungi bandara ini di tahun 2018 ini.

Penerbangan lanjutan akan berangkat pukul 03.30 WIB. Penerbangan ini sebenarnya termasuk yang aku tunggu, karena ingin menikmati sunrise di atas awan Indonesia Timur. Sejak awal flight pagi ini aku sudah memilih kursi, karena setahuku akan menggunakan pesawat ukuran sedang ATR 72 seperti biasanya, aku pilih seat paling belakang agar tidak terhalang sayap saat menikmati sunrise. Tetapi dugaanku salah karena menggunakan Bombardier CRJ 1000, yang notabene seat paling belakang adalah dekat dengan mesin jet, sehingga suara mesin cukup mengganggu istirahatku.

Sempat aku tertidur sekitar satu jam sebelum akhirnya terbangun saat sudah pukul 6 pagi, dan masih belum kulihat matahari terbit karena langit di atas kelulauan Maluku masih gelap oleh mendung. Setengah jam sebelum mendekati Sorong, akhirnya cahaya matahari mulai nampak. Puji Tuhan atas indahnya langit pagi itu.

Langkah Pertama

Setelah berhenti sekitar 20 menit di Sorong, Pesawat kembali melanjutkan ke Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat sekitar pukul 08.15 menit. Langkah pertama aku menjejak tanah Papua dalam cuaca yang terang, dan sinar matahari cukup bagus menyinari angkasa.

Setelah berhen

Tags: , in Travel
Banner
Related Posts

M20 dan M10 Ponsel Besutan Samsung dengan Spek Rendah Tampilan Wah

February 5, 2019

February 5, 2019

Kehadiran Xiaomi, Oppo, Huawei maupun HP dari pabrikan China yang terkenal dengan harga yang cukup terjangkau rupanya membuat Samsung ingin...

Bocoran Desain Samsung Galaxy S10

February 5, 2019

February 5, 2019

Dari beberapa foto yang beredar, Samsung Galaxy S10+ dengan tebal 7x8mm hadir lebih tipis dari S9+ yang mempunyai ketebalan 8,5mm....

Mid dan High End Mirrorless diluncurkan Panasonic di 2019

February 5, 2019

February 5, 2019

Pada kwartal pertama 2019 pabrikan Panasonic kembali meluncurkan dua kamera mirrorless full frame dengan seri Panasonic Lumix DC-S1 dan S1R....

Natal dan Tahun Baru yang Ekstra

December 24, 2018

December 24, 2018

Hari Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 ini adalah situasi yang membutuhkan perhatian ekstra dari semua pihak, terutama dari aparat...

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *